Perawatan Rambut Rontok Perlu Diperhatikan
Perawatan rambut rontok perlu mendapat perhatian serius karena rambut rontok pasti akan sangat menyebalkan. Agar efektif mengatasinya, mesti mengetahui terlebih dahulu penyebab rambut rontok tersebut. Berdasarkan hasil studi, rambut manusia rontok hingga 100 helai tiap harinya. Hal ini masih disebut normal. Maka, waspadalah apabila rambut seseorang rontok melebihi 100 helai sehari.
Rambut di kepala mengalami pertumbuhan 3 sampai 4 tahun. Rambut kemudian mengalami jeda selama 3 sampai 4 bulan. Selanjutnya, tumbuh lagi menjadi rambut baru. Pada umumnya, rambut rontok diakibatkan oleh penumpukan kotoran, keringat, dan partikel lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan rambut rontok dengan cara membersihkan semua sisa-sisa kotoran yang menempel di kulit kepala.
Selain itu, beberapa orang memproduksi hormon DHT alami secara berlebihan. Hormon inilah penyebab rambut rontok. Hormon DHT dapat menutup kelenjar dan menghambat penyerapan nutrisi rambut. Hormon ini juga mencegah pertumbuhan rambut yang normal dan menyebabkan penipisan rambut.
Berikut beberapa penyebab rambut rontok.
• Kebiasaan merawat rambut yang tidak baik.
• Tubuh sedang tidak sehat.
• Keturunan rambut rontok.
Kebiasaan-kebiasaan tidak baik yang dapat membuat rambut rontok antara lain terlalu sering mencuci rambut dalam sehari, terlalu sering memanaskan rambut baik itu dengan hair dryer, hot curling ataupun flat iron. Selain itu, rambut juga mudah rontok akibat terlalu sering menggunakan sisir bergerigi rapat dan mengikat rambut dengan ketat.
Kebiasaan tidak baik tersebut akan membuat kadar minyak alami pada rambut berkurang sehingga menyebabkan rambut mudah patah. Di sini diperlukan perawatan rambut rontok secara saksama. Penyebab rambut rontok akibat kondisi tubuh tidak sehat antara lain.
• Anemia
Penyakit anemia bisa membuat rambut rontok. Lantaran, penderita anemia mengalami kekurangan zat besi pada sel darah merahnya. Zat besi diperlukan untuk kesehatan folikel rambut. Cara menanganinya untuk perawatan rambut rontok, padukan suplemen zat besi dengan vitamin C. Vitamin C membantu penyerapan zat besi, dengan cara murah dan efektif.
• Pengaruh obat-obatan tertentu
Obat-obatan keras, seperti antidepresan, diuretik, dan pil Rx bisa membuat rambut rontok. Cara mengatasinya, minta saran kepada dokter untuk menurunkan dosis obat-obatan atau jika memungkinkan mengganti dengan pengobatan alternatif.
• Hypo atau hyperthyroidism
Ketidakseimbangan hormon akan menaikkan level zat kimia bernama DHT yang menyerang folikel rambut. Obat-obatan untuk mengatasi kedua kondisi ini bisa menyeimbangkan kembali hormon tiroid.
• Kekurangan kalori
Kekurangan kalori yang berlebihan pada tubuh mengakibatkan rambut rontok. Untuk menurunkan berat badan, biasanya wanita melakukan segala hal. Termasuk diet ketat rendah kalori. Akibatnya, terjadi keletihan, dehidrasi, dan kram. Untuk mengurangi dampak ini, pastikan terus mendapatkan protein yang cukup dalam diet. Protein adalah zat esensial untuk menjaga kesehatan rambut.
• Stres
Tingkat stres yang tinggi bisa menyebabkan folikel rambut "tertidur" atau terserang oleh sel darah putih. Akibatnya, rambut rontok di beberapa minggu berikutnya. Cara mengatasinya, lakukan relaksasi, bisa lewat yoga, terafi, meditasi, atau lainnya.
Keturunan Rambut Rontok
Penyebab rambut rontok yang paling sering terjadi dan lebih sulit diobati disebabkan faktor keturunan (genetic). Pada kondisi seperti ini, pembentukan hormon androgen atau DHT (dihydrotestosterone) terlalu banyak. Hal ini menyebabkan folikel rambut menyusut.
Statistik menunjukkan, lebih dari 90% kasus kebotakan dan rambut rontok disebabkan oleh DHT. Biasanya rambut akan menipis dan menghilang dengan pola yang jelas. Mulai dari dahi bagian atas dan meluas ke belakang. Ada juga yang dimulai dari vertex (bagian atas kepala belakang-crown area), dan menyisakan rambut pada bagian samping dan belakang kepala.
Pengobatan rambut rontok yang disebabkan oleh faktor keturunan harus dilakukan dengan dua cara supaya efektif. Caranya adalah dengan mem-block pembentukan hormon androgen/DHT dan memberikan perangsang agar rambut tumbuh di kepala.
Lebih baik mem-block DHT dengan DHT blocker dari bahan alami. Alasannya akan lebih aman daripada bahan kimia. Untuk menumbuhkan rambut, dapat memakai zat aktif minoxidil 2% (khusus untuk wanita).
Pada wanita, biasanya tidak terjadi kebotakan total. Akan tetapi penipisan rambut menyebar ke seluruh kepala. Pada wanita penipisan ini berlangsung pada umur 20 sampai 30 tahun. Hal itu, diperburuk dan dipicu dengan gangguan keseimbangan hormon androgen pada tahap premenopause.
Pemicu Rambut Rontok pada Wanita
Ada perbedaan proses rambut rontok antara laki-laki dan wanita. Sebuah riset menyatakan 1 dari 4 wanita, atau 25% dari populasi wanita mengalami rambut rontok yang memprihatinkan?
Kerontokan rambut pada wanita dapat dipicu oleh empat faktor. Pertama stres. Stres berdampak sangat buruk bagi kesehatan rambut. Fenomena kerontokan rambut akibat stres, penurunan berat badan secara drastis, pascaoperasi besar, atau kehamilan dikenal sebagai telogen effluvium.
Saat telogen effluvium, pertumbuhan rambut mengalami perubahan. Rambut menjadi lebih cepat berganti dari proses tumbuh ke fase 'istirahat', hingga akhirnya rontok. Kondisi ini dikenal sebagai fase telogen.
Kedua melahirkan. Ketika seorang wanita sedang hamil, mungkin rambutnya menjadi lebih lebat. Hal ini disebabkan karena ada peningkatan hormon estrogen yang terjadi selama masa kehamilan. Kemudian hormon estrogen menurun setelah melahirkan.
Hal itu dapat memicu terjadinya rambut rontok. Namun, kerontokan ini tidak bersifat permanen. Kerontokan rambut akan berhenti dengan sendirinya. Namun, tetap diperlukan dukungan perawatan yang baik dan asupan nutrisi yang cukup.
Ketiga, penurunan berat badan secara drastis. Diet ketat, yang mampu menurunkan berat badan lebih dari 5 kg per bulan, dapat menyebabkan rambut rontok. Keempat, kekurangan zat besi. Zat besi berperan sangat penting dalam pertumbuhan rambut. Kekurangan zat besi dapat menghambat pertumbuhan rambut. Daging, sayuran hijau, dan kacang-kacangan adalah sumber zat besi yang baik.
Beberapa Tips Perawatan Rambut Rontok
Berikut ini beberapa tipd untuk perawatan rambut rontok.
• Saat keramas, pakailah kondisioner pada seluruh rambut. Gunakan sedikit saja, minimalkan kondisioner mengenai kulit kepala. Jika terlalu banyak kondisioner akan mengakibatkan rambut gatal.
• Selagi memakai kondisioner, sisirlah rambut dengan sisir bergigi jarang agar rambut tidak kusut saat dibilas.
• Pilih sampo herbal atau sampo yang ekstra ringan agar kulit kepala lebih nyaman.
• Jangan memakai air panas saat keramas. Gunakan air dingin atau hangat kuku.
• Keringkan tanpa hairdryer dan juga jangan pakai handuk. Rambut yang dikucek-kucek handuk akan gampang tercabut dari akarnya karena kulit kepala sangat lembab. Rambut cukup diangin-anginkan saja.
• Pakaikan hair tonic atau serum untuk menyuburkan rambut. Hair tonic yang mengandung ginseng bagus untuk merangsang pertumbuhan rambut baru.
• Hindari pemakaian jepitan atau karet. Biarkan rambut tergerai.
• Sebisa mungkin hindari minuman yang mengandung kafein karena tidak baik bagi pertumbuhan rambut.
Selain itu, sebagai tambahan untuk perawatan rambut rontok makanlah makanan bergizi. Diutamakan makanan yang banyak mengandung protein dan zat besi. Protein sangat penting untuk pertumbuhan organ tubuh termasuk rambut.
Sumber protein utama berasal dari ikan, telur, kacang-kacangan, yogurt, kedelai dan lain lain. Hal yang tak kalah pentingnya, gunakan masker rambut sebagai nutrisi untuk merawat dan memulihkan kesehatan dan keindahan rambut. Gunakan 2-3 kali seminggu. Untuk perawatan rambut rontok, sebaiknya kurangi penggunaan gel rambut, krim, minyak rambut, pewarna rambut, dan spray rambut.
Sebaiknya gunakanlah produk yang terbuat dari bahan alami. Jika rambut masih rontok terus, sebaiknya periksakan ke dokter ahli dermatologi. Pada prinsipnya makin cepat memberikan perawatan rambut rontok, proses rambut rontok dan kebotakan dapat dicegah lebih baik.